Senin, 01 Oktober 2012

Pergumulan Pagi Itu


Pagi itu, Kamis Kliwon, 20 Agustus 2009 kembali aku susuri segarnya pagi Surabaya tercinta..
Setelah sekian lama ngendhon pagi di rumah, pagi ini kangen aku mengelus pocketku meski jadul dan bercanda dengan sepeda onthel meski butut..
Jam 05.50 pagi aku nyampe di taman depan Bon Ami, Jl. Dr. Soetomo Surabaya (sekarang bernama Taman Persahabatan Indonesia Korea)..
Masih dengan pocket jadul, kembali saya susuri taman ini mencari si imut.
Setelah bertemu dengan beberapa serangga, perhatianku tertuju pada 2 (dua) ekor semut yang sedang bergelut...
Kucoba mendokumentasikan tingkah laku mereka (meski dengan alat yang jauh dari kata memadai)..
Dan ini sebagian dari yang kuanggap layak..
Semoga sharing kecil ini masih bisa dinikmati..
Terima kasih dan merdeka!!  :D

*Semua foto diambil dengan pocket tanpa crop hanya adjust dan resize (kecuali foto terakhir dicrop kanan kiri)..... 

















Setelah pergulatan yang melelahkan, menyisakan dia sendirian dalam kebencian. Mulai dia berpikir, untuk apa ini semua, kalo akhirnya kesepian..
Penyesalan sudah terlambat. Teman telah pergi.
Kini dia sepi sendiri...
Kini dia sadar betapa berharganya teman dan sahabat itu..
Terima kasih sahabat..... 
Terima kasih untuk keramah tamahan, kehangatan dan keceriaan selama ini... Terima kasih juga untuk segala kebaikannya....



Sabtu, 29 September 2012

Sebuah Persahabatan


Cerita ini, diawali suatu sore, saat aku pulang dari kerja, pada tanggal 8 Februari 2009. Tepatnya pukul 17.36 WIB, dirimu berkunjung ke depan rumahku, sekedar untuk beristirahat sejenak dari aktifitasmu...
Sayang baru 2 (dua) kali jepret, dirimu udah tidak berkenan, lalu pergi. Dan akupun tidak berani mengganggumu lagi. Kubiarkan dirimu kembali dan beristirahat dari lelahmu.

Besoknya di jam yang hampir sama, dirimu datang lagi, bahkan kali ini, kaubawa 2 (dua) orang temanmu lagi. Kali ini pun aku mencoba lagi mengenalmu. Tapi belum berhasil aku mengabadikan dirimu.

Ini wajahmu dari angle lain.
Tapi aku akan kembali besok untukmu teman, kataku dalam hati.
Alangkah kecewanya diriku, ketika besok sorenya lagi, dirimu dan teman-temanmu tidak kembali. Marahkah dirimu padaku, teman?
Maafkan, kalau aku mengganggu istirahatmu. Seandainya engkau mengerti, aku hanya ingin mengenalmu lebih jauh.
Wajah dirimu lagi… 



Teman, aku menunggu dan menunggu kedatanganmu. Aku rindu. Aku belum puas mengenal dirimu.
Alhamdulillah, dirimu akhirnya berkenan mengunjungiku kembali.
Sore itu, 9 Maret 2009, engkau membawa teman. Senangnya hatiku..
 


Diri dan temanmu tampak atas


Aku tambah senang, ketika di sore tgl 15 Maret 2009, kau mengajak 1 (satu) temanmu lagi. Sehingga kini kau bertiga.

Tanggal 17 Maret, dirimu masih tetap bertiga.
 

Di sore tanggal 21 Maret, bertambah lagi temanmu sehingga sekarang berempat. Betapa seneng hatiku. Polah tingkahmu semakin lucu..

Ternyata kau teman yang baik hati. Menawarkan dan berbagi tempat dengan teman-temanmu.
Di tanggal 24 Maret ini, kau berlima.
 

Hmmm…. Berbagi memang menyejukkan. Persahabatan emang indah. Kini kau pun berenam.
 
Dan tadi malam pun, dirimu dan teman-temanmu masih berenam dan tambah rukun.
Bahkan saling peluk, saling dekap dalam kehangatan…
Terima kasih teman semua, kau telah mengajariku arti sebuah sahabat. Mengajariku untuk saling berbagi atas apa yang kita miliki, betapa pun kecilnya itu.
Seperti yang aku dapat di beberapa komunitas fotografi seperti Fotografer.net, grup foto di facebook, dllyang kuikuti. Dari situ aku belajar dan berteman. Terima kasih semua, terimakasih teman dan Fners semua.
Terima kasih senior, maestro, dan para guru, yang dengan ringan dan suka cita berkenan membagi ilmu dan membimbing kami..
Hormatku untuk Anda semua…

Demikian sharing kecil dengan alat kecil seadanya. Semoga berkenan dan terima kasih…

Catatan :
Cerita aslinya waktu itu, pernah ada di sebuah persahabatan

 

Kamis, 27 September 2012

Aku bukan sampah


Aku bukan sampah
Bukan dari golongan yang terbuang

Aku bukan sampah
Aku akan terus melangkah dengan gagah

Melawan bengisnya hari
Menantang hingar bingarnya
slogan kosong tentang kemakmuran dan keadilan
Aku bukan sampah
Yang akan terus melangkah
dengan rasa syukur
dan mengharap ridho-Nya
Langkahku sebagai tirakatku
Rasa laparku sebagai penghambaanku
Dan sinismu sebagai nyanyian merduku

Aku bukan sampah
Dalam kesendirian
Dalam kehampaan
Aku masih bertahan dan berharap
Karena masih selalu ada Dia

Aku bukan sampah…

Rabu, 25 November 2009

Keracunan Nyontoloyo

Dengan modal nekat dan ngawur dengan hanya melihat karya maestro-maestro foto Sontoloyo, berani deh nyoba...
Kata orang pinter, nek gak dicoba mana tahu salahnya..

Yo wis, masih setia dengan si mungil, proses nyontoloyo itu dimulai..
Kebetulan awal bulan lalu depan rumah ada bazar, dipake tempat training, sayang tutor dan pembimbing saya, juragan Fakih gak bisa dateng ke rumah (kurang ajar tenan aku, mosok Guru yang disuruh dateng ke rumah murid.. Maaf mas...)

Entah benar atau salah aku memaknai sebuah "kesontoloyoan", harap maklum adanya...

Akhir kata... (halah koyok pidato..)
Untuk itu mohon bimbingan dan pencerahannya untuk juragan Pakih, juragan Zulkifli, Kang Pandi,Mbakyu Santi, Kang Ulez, Kang Landhung, Boss Dapit dan Bos Antok...
Juga yang semua yang tidak bisa disebutkan satu persatu (halah mbalik koyok pidato maneh..)

Ajak jalan-jalan daku ya...

Mengutip Pak RM, pilem gak pernah mati.... (opo hubungane coba... Mbuh ah...)
Sumonggo...





dorong pak


nt

nt

nt

andai aku

seamngkin di depan


dilarang

secercah cahaya
tut.. tut...



Kumbang Koksi aka Lady Bug aka Kepik


KUMBANG KOKSI

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kumbang koksi adalah salah satu hewan kecil anggota ordo Coleoptera. Mereka mudah dikenali karena penampilannya yang bundar kecil dan punggungnya yang berwarna-warni serta pada beberapa jenis berbintik-bintik. Di negara-negara Barat, hewan ini dikenal dengan nama ladybird atau ladybug.[1]

Awam menyebut kumbang koksi sebagai kepik, karena ukurannya dan perisainya yang juga keras, namun kumbang ini sama sekali bukan dari bangsa kepik (Hemiptera). Serangga ini dikenal sebagai sahabat petani karena beberapa anggotanya memangsa serangga-serangga hama seperti kutu daun. Walaupun demikian, ada beberapa spesies koksi yang juga memakan daun sehingga menjadi hama tanaman.
Kumbang ini ditemukan di seluruh dunia, terutama di wilayah-wilayah tempat hidup tanaman yang menyediakan makanannya.[1] Di dunia ini kurang lebih ada sekitar 5.000 spesies dan yang terbesar panjang tubuhnya mencapai hampir 1 cm.[2]

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Coleoptera
Famili: Coccinellidae

Untuk lengkapnya silahkan meluncur ke http://id.wikipedia.org/wiki/Kumbang_koksi



Rabu, 16 April 2008

Bermain Dengan Air Kran


Air adalah segalanya dalam hidup. Mestinya Sang Pencipta air akan lebih dan lebih dari segalanya.. Atas karunia-Nya, air ada.. Atas kemurahan-Nya air berlimpah, gratis pula.. Seharusnya kita ikut menjaga air dan keluarganya, agar tidak menjadi barang langka..

Siang-siang pas panas memang enak bermain air...
Yuk mari, masih setia dengan pocket jadulnya....
Kali ini pocketnya ditambahi kaca pembesar dan flash diffuser..

bukan peluru

juga bukan peluru